Apakah Kayu Bajakah Itu?

Mengenal kayu Bajakah

Bajakah, yang dalam bahasa Dayak artinya akar bukan suatu spesies tumbuhan-tertentu. Baru-baru ini bajakah menjadi pusat perhatian masyarakat karena dipercaya dapat menyembuhkan kanker payu darah.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh tiga siswa SMA dari Kalimantan Tengah yang menyatakan bahwa ekstrak air bajakah dapat menyembuhkan kanker terhadap hewan uji mencit. Tumbuhan genus Uncaria sumber penting produk alami obat, terutama alkaloid dan triterpena.

Studi farmakologis terhadap berbagai jenis tumbuhan genus Uncaria menunjukkan adanyan sifat sitotoksit, antiinflamasi, antivirus, imunostimulasi, antioksidan, respons terkait SSP, vaskular, hipotensi, mutagenisitas, dan sifat antibakteri. Salah satu jenis bajakah yang banyak ditemukan di hutan sekitar Muara Badak adalah Uncaria nervosa, masyarakat setempat meyakini air rebusan akar Uncaria nervosa dapat menyembuhkan penyakit kanker.

Bajakah sebagai bahan obat kanker

Pada bulan Agustus 2019 hasil penelitian tiga pelajar SMAN 2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang memenangkan Gold Medals pada ajang World Invention Creativity(WICO) di Seoul, Korea Selatan. Sebelumnya, mereka juga juara di level nasional dalam Youth National Science Fair 2019 (YNSF) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Hasil riset para pelajar ini seperti mengingatkan kita semua akan besarnya potensi alam Indonesia dan khususnya Provinsi Kalimantan Tengah sebagai sumber bahan baku obat.

Namun, penelitian para pelajar ini masih tahap awal sampai Bajakah dapat dibuktikan secara klinis dapat mengobati kanker. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan proses yang harus dilalui sebagai tahapan pembuktian penelitian ini. Pertama, setelah menemukan bahan aktif kimia yang mampu menghambat sel kanker, proses selanjutnya dilakukan dengan proses mengisolasi bahan aktif tersebut dan menguji invitro ulang bahan aktif dengan cell line kanker.

Jika sudah terbukti menghambat sel kanker, tahap kedua yaitu uji pada hewan yang terpapar sel kanker. Jika uji hewan terbukti, baru masuk tahap ketiga yaitu uji klinis pada manusia yang harus menggandeng industri farmasi supaya bahan uji diproduksi secara CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Uji klinis terdiri dari 3 fase, meliputi uji fase 1, uji farmakokinetik, dan farmakodinamik. Proses terakhir, yakni setelah terbukti lolos uji fase 3, bisa dilakukan produksi secara ekonomi untuk dimintakan izin edar pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Akar tanaman bajakah sendiri sudah digunakan masyarakat setempat sejak turuntemurun, bahkan salah satu warga yang mengidap kanker payudara stadium empat.

Beberapa karakteristik bajakah adalah sebagai berikut:

a. Tumbuhan hidup di hutan Ekslusif

Tumbuhan ini hanya bisa didapatkan di bagian dalam hutan, salah satunya di hutan yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Palangkaraya. Pohonnya tumbuh dengan cara merambat meski memiliki batang yang kuat dan cukup besar. Rambatan pohon ini bisa mencapai ketinggian lebih dari 5 meter hingga ke puncak pohon lain. Akarnya pun menghujam di dasar aliran air lahan gambut.Pohon ini hanya bisa hidup di lokasi rimbun di mana sinar matahari tak banyak masuk, tertutup rimbunnya hutan. Sepintas, pohonnya seperti pohon biasa, sulit dibedakan dengan tanaman lain.

b. Dianggap tanaman mistis

Bajakah merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah yang sudah lama dipakai sebagai penyembuh kanker secara turun-temurun oleh nenek moyang suku Dayak. Hingga muncul anggapan dari masyarakat setempat yang mengindentikkan tanaman bajakah dengan hal berbau mistis.

Dengan adanya penelitian awal yang menimbulkan euphoria masyarakat Kalimantan Tengah, dikhawatirkan akan terjadi eksploitasi alam besar-besaran terhadap hutan di Kalimantan Tengah, terutama bagi kalangan yang memiliki tujuan untuk komersial.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama BPOM telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah adanya eksploitasi yang dapat mengganggu habitat bajakah di alam dan juga mencegah adanya penyalahgunaan tanaman ini.

Daftar Pustaka:

  • http://www.dpr.go.id/dokakd/dokumen/K9-12-6ac0456f399979c2d0c3bb9fc454abb7.pdf
  • E-Journal: SKRINING FITOKIMIA DAN BIOAKTIVITAS EKSTRAK AKAR Uncaria nervosa Elmer (BAJAKAH), Sheli Maulina, Djihan Ryn Pratiwi, Erwin* Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman Jalan Barong Tongkok No. 4 Kampus Gunung Kelua, Samarinda, 75123, Indonesia
Tulisan ini dipublikasikan di Umum dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *